Awalnya mau ngerelay MQ FM sambil packing2, tapi ternyata MQ nya sudah offline. Masih ada satu jam lagi sampai MQ siaran lagi..sambil menunggu, cari2 arsip siaran yang lain..ehh ketemu siaran tentang "Menjadi Muslimah Sumber keberkahan, bukan fitnah". Awalnya gak terlalu tertarik sama isi kajiannya..soalnya terlalu klise n ibu2 :p Tapi ada satu hal yang membuatku tergerak untuk menuangkannya kembali di blog ini yaitu terkait dengan puisinya Taufik Ismail/perkataan Ali bin
Abi Thalib ra yang dikutip oleh ustadzah dalam ceramahnya.
Intinya perkataan Ali bin Abi Thalib tersebut membandingkan antara ilmu dan harta. Jika orang sekilas membaca kutipan ini..seakan2 Islam menjauhkan seseorang untuk menjadi orang kaya, dan memerintahkan untuk membenci harta. Namun jika begitu, maka mengapa banyak sahabat Rasul yang menjadi saudagar kaya. Mengapa dikatakan bahwa 7 dari 10 pintu rizki adalah dari berdagang. Menurutku, Islam justru mendorong pemeluknya untuk menjadi orang kaya. Namun bukan kaya semata2 untuk memperkaya diri tanpa akhir. Karena definisi "kaya" sendiri itu relatif. Jika memiliki banyak harta maka memiliki banyak hak untuk diinfaqkan bukan? Maka memiliki banyak kesempatan untuk berwaqaf, umrah atau haji bukan?
Lantas mengapa Ali mengatakan hal2 yang seakan2 menegasikan antara ilmu dan harta? Menurutku, ini adalah hal yang bisa menyeimbangkan manusia dalam kehidupannya. Walaupun harta dicari, namun
bukan itu yang semata2 yang menjadi tujuan. Ilmu adalah penjaganya, yang menyeimbangkan, yang
menunjukkan untuk apa harta itu seharusnya digunakan.
-Ilmu selalu menjaga orang yang mempunyainya, sedangkan harta dijaga oleh orang yang mempunyainya.
-Orang yang berilmu banyak mempunyai teman, sedangkan orang yang berharta mempunyai banyak lawan.
-Ilmu apabila diberikan kepada orang lain akan bertambah sedangkan harta bila diberikan akan berkurang.
-Pemilik ilmu akan menerima syafaat pada hari kiamat, sedangkan pemilik harta akan dimintai pertanggungjawabannya diakhirat kelak.
-Ilmu apabila disimpan tidak akan habis, sedangkan harta bila disimpan akan usang dan lapuk.
-Ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan, sedangkan harta selalu dijaga dari kejahatan.
-Ilmu akan menyinari hati hingga menjadi terang dan tenteram,sedangkan harta akan mengeraskan setiap hati manusia.
Maka beruntunglah orang yang berilmu. Allah meninggikan derajat orang yang berilmu beberapa derajat. Bahkan Rasulullah mengatakan keutamaan orang yang berilmu lebih besar dibandingkan dengan orang yang gemar beribadah.
Berarti menjadi orang berilmu, yang kaya, gemar beribadah dan bahagia..jauuh lebih dicintai oleh Allah kan yaa ;)

0 comments:
Post a Comment